Pesona Kota Pangkalpinang Mengayun Kenangan Membangun Budaya, dari Alun-Alun Kota

2016-06-29 0 comments ictadmin lainya, BERITA

Kurniati

#pesonapangkalpinang

Kota Pangkalpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memiliki beragam daya tarik wisata. Mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata religi, wisata agro, dan wisata rekreasi. Ada peninggalan makam, dan museum timah yang dikelola bermitra pemerintah dan PT Timah. Semua potensi yang ada akan mendapat tempat di hati, bila Anda berwisata di kota Pangkalpinang.

Untuk melihat sisi lain pariwisata Pangkalpinang, cobalah berkunjung ke Alun-Alun Kota sebagai wisata rekreasi. Alun-alun Taman Merdeka adalah salah satu tempat yang patut untuk dikunjungi sebagai sarana rekreasi yang asyik bersama teman atau keluarga, ataupun sendiri. Dilihat sekilas, Alun-alun yang sering disebut dengan ATM (Alun-Alun Taman Merdeka) ini, yang terletak di kawasan nol kilometer persis di pusat kota Pangkalpinang, tak jauh berbeda dengan fungsi taman-taman yang lain laksana kota-kota besar lainnya. Di pagi hari akan terlihat rapi, sepi dan bersih dengan barisan rapi tanaman pucuk merah, dan hijau dedaunan yang menghiasi alun-alun. Juga ketika sore dan malam hari, tempat ini akan terlihat ramai dengan parkiran motor dan kendaraan roda empat berjajar sepanjang tepi jalan raya dekat alun-alun, dan banyaknya masyarakat kota berlalu-lalang di sekitar. Beragam aktivitas biasanya dapat dilakukan di sana bersama teman. Juga beraneka jajanan, dan permainan untuk anak-anak tersedia di sana. Tak lupa pula untuk membawa kamera sebagai alat mengabadikan momen yang bagus di tengah alun-alun. Namun satu hal yang membuat Alun-Alun Kota Pangkalpinang menjadi tempat menarik dan berkesan adalah sejarah dan fungsinya yang penuh kenangan. Wisata rekreasi yang memiliki luas sekitar 118 km2 ini adalah bagian dari wilayah Keresidenan Bangka yang waktu itu berganti dari awalnya di kota Muntok ke Pangkalpinang pada tahun1913 Masehi (Elvian, 2012:27). Taman yang diresmikan pada tanggal 9 Februari 2001 dengan sejumlah daya tariknya juga menghidupkan sektor wisata, terutam alam dan wisata kulinernya. Daya tarik utama yang mampu menyedot perhatian masyarakat Kota Pangkalpinang dan sekitarnya adalah keramaian massa yang selalu menjaga keindahan dan keramahan kota. Sedikit mengintip sejarah Taman ini, sekitar pada abad ke-17, kota Pangkalpinang dijadikan sebagai pusat distrik, sebagai kota tempat pasar, tempat berlabuhnya kapal, dan segala aktivitas dimulai. Seperti dinyatakan Elvian (2012:1), “Toponim Pangkalpinang secara etimologis berasal dari kata Pangkal atau Pengkal dalam bahasa Bangka yang berarti pusat distrik (distric capital), kota tempat pasar (market town), tempat berlabuh kapal (a boat landing) dan pusat segala aktivitas (where a path begin)”. Sedangkan Pinang (areca chatecu) adalah nama sejenis tumbuhan palm yang multifungsi dan banyak tumbuh di Bangka. Dengan demikian nama Pangkalpinang dimulai dari terbentuknya sebuah kampung kecil yang banyak ditumbuhi pohon pinang. Berkaitan dengan Pangkalpinang dan Alun-Alun kotanya, Saad Toyeb (wawancara, 20/8/16) budayawan, menyatakan, ”Setelah Keresidenan Pangkalpinang terbentuk, tentu haruslah ada istana residen, yang namanya Istana biasanya harus terdapat alun-alun, alun-alun utara, Alun-alun Selatan, seperti di Jogya. Jadi di sini juga di residen Pangkalpinang, di depan rumahnya dibuatlah taman yang istilahnya alun-alun, sebagai tempat pertemuan, tempat orang-orang berkumpul melakukan banyak kegiatan, orang-orang Belanda dulu sering melakukan kegiatan. Pada bagian belakangnya disebut alun-alun Selatan, tempat orang-orang beristirahat, bersantai. Untuk menghidupkan suasana maka dibuatlah taman yang diberi nama Taman Wilhemmina (sekarang dijadikan cagar budaya) kalau sudah di Indonesia disebutlah Taman Sari, dihidupkan pohon-pohon, dengan sungai kecil. Dan pemerintah sekarang ditambahkan gedung-gedung.” Selain memiliki toponim yang unik, kota ini juga merupakan kota yang dialiri sungai. Di tengah kota mengalir sungai-sungai kecil yang bermuara ke Sungai Rangkui dan Sungai Pedindang di bagian Selatan dimana keduanya berfungsi sebagai pintu keluar air menuju ke Sungai Baturusa yang terus berakhir ke Laut Cina Selatan. Tentu saja kota yang termasuk ke dalam bagian hilir daerah Aliran Sungai (DAS) Batu Rusa ini jika ditata sedemikian rupa akan menjadikan potensi wisata yang tak kalah menarik seperti di Paris. Demikian juga dengan Alun-Alun Kota. Mungkin, bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Pangkalpinang tak akan menyangka jika dulu alun-alun yang indah itu adalah lapangan hijau yang biasa digunakan masyarakat untuk bermain sepak bola dan kepentingan lainnya. Hal ini terjadi setelah Alun-alun pernah berubah fungsi menjadi lapangan sepakbola mengingat pada masa setelah kemerdekaan kota Pangkalpinang waktu itu belum memiliki lapangan (stadion) olahraga (padahal memang tidak memenuhi syarat dari arah letak gawang yang menghadap barat dan timur). Setelah masa kepemimpinan Bapak Zulkarnain Karim, dibangunlah dan diresmikan stadion Depati Amir yang ada di Gabek maka fungsi Alun-Alun dikembalikan lagi. Alun-Alun Merdeka kembali menerima kemerdekaannya, mulai menjadi objek keramaian di Jalan Merdeka Kota Pangkalpinang. Lalu seiring dengan tuntutan optimalisasi perkembangan kewilayahan, optimalisasi fungsi layanan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan potensi kota Pangkalpinang, maka pada tahun 2011, dilakukan kembali penataan kota, juga pemekaran Kelurahan dan pembentukan kecamatan baru. Tentu saja hal ini berimbas pada penataan kembali Alun-Alun Merdeka Kota Pangkalpinang menjadi seperti sekarang. Cukup Signifikan Kita ketahui bahwa sektor pariwisata memberikan sumbangan yang cukup signifikan pada produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Pangkalpinang. Banyak wisatawan yang berkunjung ke kota Pangkalpinang baik dalam perjalanan bisnis maupun lainnya, atau pun transit menuju pulau Belitung. Wisatawan lokal dan wisatawan asing yang datang tidak hanya tertarik pada keindahan pantai kepulauan Bangka Belitung, tetapi juga mendatangi, dan mengamati budaya daerah yang ada. Setidaknya melalui berekreasi ke Alun-alun kota. Hal ini dapat juga terlihat dari pertumbuhan pada bidang akomodasi (seperti hotel-hotel) dan makan minum yang memberi sumbangan besar. Untuk itu sektor wisata rekreasi juga memberi dampak positif, setidaknya pemerintah juga telah memberikan ruang publik bagi masyarakatnya secara multifungsi, laksana Alun-Alun Merdeka (ATM) Kota Pangkalpinang. Adapun pesona Alun-Alun Merdeka Kota Pangkalpinang: a. Sebagai Sarana Hiburan Keluarga Bagi masyarakat Kota Pangkalpinang yang membutuhkan sarana hiburan yang murah dan sehat bagi putra-putri mereka, mengunjungi Alun-Alun Merdeka adalah pilihan bijak. Para orang tua memiliki banyak pilihan mainan yang dapat dimanfaatkan anak-anak, seperti sewa motorcros mini, mobil hias mini, dan odong-odong. Jika membutuhkan dan ingin mencicipi penganan ringan atau makanan khas Bangka, atau sehabis menikmati wahana permainan di tengah alun-alun, keluarga dapat beristirahat sambil menikmati jajanan dan kuliner khas Bangka di kawasan alun-alun. Banyak pilihan yang dapat disantap di sini, jajanan unik seperti mpempek panggang, dan otak-otak Bangka tersedia. Keluarga pun dapat mengadakan acara bersama. b. Sarana Event Berkualitas Tidak hanya untuk rekreasi keluarga, Alun-Alun Taman Merdeka juga digunakan sebagai salah satu sarana untuk kegiatan event seperti konser musik baik dari band lokal maupun nasional. Menjadi wadah bagi pemerintah juga instansi swasta yang secara rutin menyelenggarakan perlombaan dalam berbagai kegiatan, Terutama yang terbesar dan menjadi agenda wisata adalah dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Festival Serumpun Sebalai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tempat bersejarah ini pun menjadi saksi beragam usaha dan kerja keras, serta kekompakan dalam kekeluargaan dan kebersamaan. Menopang Pariwisata Di mata wisatawan domestik, nama Alun-Alun bisa jadi kurang populer. Objek wisata yang lain, seperti pantai pasir padi atau museum mungkin jauh lebih terkenal. Akan tetapi jika berbicara tentang sejarah kota Pangkalpinang, Alun-Alun Kota merupakan asset yang penting. Untuk ini, Zulkarnain Karim (Elvian 2014:vii) menyatakan dalam sambutannya; “…kesadaran sejarah masyarakat (adalah) suatu bentuk perasaan yang tinggi soal rasa hati (gemoed), soal daya dan tanggapan (verbeeldingskrack) dari budi. Dengan kesadaran sejarah yang tinggi diharapkan warga Pangkalpinang merasa memiliki kotanya, memiliki kepedulian dan secara bersama cepat tanggap terhadap persoalan-persoalan pembangunan masyarakat dan pembangunan perkotaan umumnya.” Pembangunan kota (juga dalam hal penataan kota) apalagi sebagai ibu kota provinsi tentu berkaitan erat dengan penggarapan pariwisata, karena ibu kota merupakan pintu gerbang kedatangan, tentu tidak melakukan pengelolaan secara sembarangan. Kota Pangkalpinang dengan berbagai objek wisatanya adalah potensi strategis yang dapat menggerakkan perekonomian daerah alih-alih provinsi tercinta ini. Alun-Alun Merdeka adalah salah satu sarana milik kota Pangkalpinang yang memiliki kontribusi dalam mengakselerasi dan membuka ruang ekonomi kreatif bagi masyarakat dalam jangka pendek. Alun-Alun kota dapat menjadi program pariwisata lokal yang bernuansa global dengan penataan dan pemberdayaan ruang kreatif masyarakat. Pembangunan pariwisata sektor ini merupakan investasi jangka panjang bagi tercapainya tujuan wisata utama kota Pangkalpinang. Dan Alun-alun kota menyuguhkan kenangan, sekaligus sarana pembangun budaya masyarakat, serta menjadi wadah akselerasi kesejahteraan masyarakat lokal melalui ruang ekonomi yang tergerak sebagai dampak dari fungsinya sebagai wisata rekreasi. Demikianlah. Semoga. Kurniati Guru, tinggal di Sungailiat, Bangka (085352706274)

#pesonapangkalpinang