INFO SKANSA

Hafidz Faturrozi, Siswa TKJ SMK Negeri 1 Sungailiat Sabet Medali Emas Bahasa Jepang Tingkat Nasional

15/05/2026 — Semangat juara terus mengalir di lingkungan SMK Negeri 1 Sungailiat, salah satu siswa terbaiknya berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Hafidz Faturrozi, siswa kelas XI dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, sukses membawa pulang medali emas dalam ajang Pekan Olimpiade Sains, Bahasa, dan Agama Nasional (Posbasnas) 2026 untuk cabang Bahasa Jepang. Keberhasilan ini membuktikan bahwa batasan jurusan teknik tidak menjadi penghalang bagi seorang siswa untuk bersaing dan bersinar di bidang kebahasaan.

Perjuangan Hafidz untuk meraih gelar juara ini terbilang tidak mudah karena kompetisi diselenggarakan secara daring. Hafidz harus berjuang secara mandiri dari rumah untuk menyelesaikan setiap tahapan lomba yang kompetitif, tepat di tengah suasana libur semester sekolah. Di saat rekan-rekan sejawatnya menikmati waktu berlibur, Hafidz justru memilih fokus menghadapi layar komputer demi mengharumkan nama sekolahnya di kancah nasional.

Ketertarikan Hafidz pada budaya Negeri Sakura ini diakuinya bermula sejak Februari 2025 lewat hobi menonton anime. Berawal dari kegemaran tersebut, muncul ambisi besar dalam dirinya untuk bisa membangun karier di Jepang pada masa depan. Selama satu tahun terakhir, Hafidz secara konsisten mendalami bahasa Jepang secara penuh melalui jalur otodidak, bahkan ia hanya melakukan persiapan intensif selama tiga hari saja khusus untuk menghadapi ajang POSBASNAS 2026 ini.

Selama kompetisi berlangsung, Hafidz mengaku tantangan terberat yang dihadapinya ada pada bagian Bunpo (tata bahasa) yang seluruhnya disajikan dalam tulisan dan bahasa Jepang penuh. Walalupun demikian, ia mampu mengatasi tekanan tersebut dengan tetap tenang dan optimis berkat modal pengalaman dari perlombaan yang pernah ia ikuti sebelumnya. Mentalitas yang kuat inilah yang membuatnya mampu menyelesaikan setiap soal dengan hasil yang nyaris sempurna.

Keberhasilan meraih medali emas ini sekaligus menjadi pembuktian bagi Hafidz yang sempat menerima komentar miring dari beberapa teman sekelasnya karena memilih fokus belajar bahasa asing. “Jangan malu mengekspresikan diri, kita harus berani mengeksplor dunia luar. Teruslah konsisten dan jangan malu belajar, meskipun pernah dikatain teman kelas tapi tetap semangat!” ungkap Hafidz. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa konsistensi dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman mampu mendobrak segala batasan disiplin ilmu.

Penulis: Aisssyah, Maria, Fatimah dan Verren

Penyunting: Yasmine Dhea Ananda

Facebook
Email
WhatsApp

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *